Praktik Console Modem dan Transceiver (ODU) Comtech dengan SatMac

Dalam kegiatan pemeliharaan dan troubleshooting gangguan pada modem satelit, pengetahuan untuk console modem mutlak harus dimiliki oleh seorang engineer. Dengan console, seorang engineer bisa mengetahui parameter modem baik di sisi local (near-end) maupun di sisi remote (distant-end). Bahkan bisa juga digunakan untuk mengubah parameter distant-end modem dari sisi near-end modem.

Software yang digunakan untuk meng-console modem Comtech adalah SatMac yang juga merupakan keluaran Comtech dan merupakan kepanjangan dari Comtech SATellite system Monitor And Control Software. Sesuai namanya, SatMac hanya bisa digunakan untuk mengontrol modem keluaran dari Comtech, seri CDM-500, 550, 570, dan 600, kemudian SSPA (Transceiver) CSAT, XSAT, KST2000A/B.

Agar suatu modem distant-end bisa dikontrol dengan SatMac, kedua modem di link tersebut harus enable fitur EDMAC (Embedded Distant-End Monitor And Control). Sisi near-end di-set Master dan sisi distant-end di-set Slave. Alamat yang biasa digunakan untuk Master adalah 0020 dan Slave alamatnya 0021.

Jika suatu modem di set Slave biasanya lampu indicator EDMAC akan menyala oranye, yang pertanda bahwa modem tersebut sudah bisa dikontrol dari sisi Master. Transceiver (biasa disebut ODU atau SSPA) juga bisa dikontrol melalui SatMac. Hanya saja alamatnya adalah 0024. Dari sini bisa diketahui parameter penting suatu transceiver di sisi distant-end dan mengontrolnya dari sisi near-end. Software SatMac dapat diperoleh secara gratis (versi demo) di situs Comtech

 

Walaupun versi demo namun sudah lebih dari cukup untuk troubleshoot dan pemeliharaan.

Peralatan yang diperlukan:

Kabel RS232 (DB9) yang kedua ujungnya female.

Kabel converter Serial to USB.
Digunakan jika PC yang digunakan tidak memunyai port RS232.

Console Modem dan Transceiver (SSPA/ODU)

Untuk mengconsole modem dan transceiver, hubungkan port RS232 pada PC dengan port P4B Remote Control di belakang modem menggunakan kabel RS232 female. Aktifkan software SatMac

Biasanya akan langsung terdeteksi port com yang digunakan. Jika tidak, maka setting port sesuai yang port yang terbuka yang dapat dilihat di device manager. Untuk settingan baud rate diset di rate 9600 bps, dan parity 8N1. Klik OK/Proceed

  • Kemudian akan keluar jendela system summary.
  • Klik tombol edit pada baris pertama. Maka akan masuk ke Edit Mode.
  • Masukkan alamat modem distant-end (Slave) yaitu 0020 pada kolom sebelah kiri, dan jika ingin mengontrol Transceiver di sisi distant-end maka masukkan alamat 0024 di sisi sebelah kanan seperti terlihat pada gambar. Jika sudah, klik Exit Edit Mode. Jika koneksi sudah terhubung ke distant-end maka text alamat akan berubah highlight berwarna hijau.

Tampilan parameter modem Jika diperlukan log (stored events) untuk dianalisis, bisa di-download dengan klik tombol Logs. Hasil download Logs akan disimpan dalam sebuah file txt. Beri nama yang menggambarkan nama link dan tanggal diambil link tersebut untuk memudahkan. Untuk melihat konfigurasi modem, klik tombol configure. Maka akan tampil sebagai berikut:

Jika ingin mengubah parameter di sisi distant-end, makan settingan Local maupun Remote Mode di sisi kanan atas diubah ke remote mode. Warna kelabu pada tulisan akan berubah lebih terang. Tanda bahwa parameter sudah bisa diubah. Hati-hati dalam mengubah parameter kritikal karena dapat berakibat putusnya link. Ini berbahaya karena harus datang langsung ke site untuk setting ulang. Biasanya yang diubah hanya Power Level dan ini pun dipandu oleh NCC dengan melihat Output Power transceiver, jangan sampai terjadi saturasi pada transceiver.

Demikian ulasan singkat mengenai penggunaan software Satmac berdasarkan pengalaman saya sebagai VSAT Engineer.

Salam,

Upgrade XOS dan Upload Config on Extreme X460 Switch
OSPF Sim Example

Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *